Tradisi Malam Tirakatan di Dusun Cupuwatu 1
Tradisi Malam Tirakatan di
Dusun Cupuwatu 1
(Hanun Salsabila /2016015333)
Abstrak
Indonesia merupakan negara
yang memiliki semboyan bhineka tunggal ika. Banyak sekali keragaman yang
terdapat di Indonesia, mulai dari agama, suku, bahasa, serta budaya. Saat ini,
budaya di Indonesia mulai tercampur dengan budaya modern. Akan tetapi banyak
juga yang masih mempertahankan kebudayaannya sendiri. Salah satu budaya yang
saat ini masih dilakukan adalah budaya
perayaan malam tirakatan. Malam tirakatan ini biasa dilaksanakan pada saat
malam sebelum peringatan 17 Agustus 1945.
Salah satu dusun yang
masih mempertahankan malam tirakatan ini adalah dusun Cupuwatu 1. Malam
tirakatan ini sangatlah penting guna mendalami kembali perjuangan para pahlawan
untuk memerdekakan Indonesia. Dalam artikel ini akan di ulas kembali mengenai
tradisi malam tirakatan.
Kata Kunci : Tradisi, Malam
Tirakatan, 17 Agustus 1945
Pendahuluan
Indonesia
merupakan negara yang memiliki semboyan bhineka
tunggal ika, yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Banyak sekali keragaman yang terdapat
di Indonesia, mulai dari budaya, agama, suku, bahkan bahasa. Namun sayangnya,
saat ini banyak sekali budaya-budaya asing yang mulai mempengaruhi budaya asli
Indonesia sehingga dapat dikatakan budaya asli itu lambat laun akan menghilang.
Sangat disayangkan apabila masyarakat mengetahui kondisi ini namun tidak
berupaya untuk mengatasinya. Melihat kondisi tersebut, penulisan artikel ini
bertujuan untuk mengangkat kembali tradisi malam tiraatan yang saat ini sudah
mulai berkurang eksistensinya. Selain itu, dengan adanya artikel ini diharapkan
mampu memberikan pemahaman terhadap masyarakat umum terkait pengertian,
prosesi, bahkan beberapa manfaat yang di dapat dari malam tirakatan ini.
Tradisi
merupakan perilaku yang dilakukan secara terus-menerus yang di ajarkan oleh
para leluhur. Saat ini, tradisi hanya di anggap sebagai angin lalu yang apabila
tidak dilaksanakan tidak akan ada hukumannya. Padahal, jika masyarakat menggali
lebih dalam makna tradisi masyarakat akan mengetahui betapa penting dan
bermanfaatnya sebuah tradisi. Salah satu manfaat adanya tradisi adalah
mempererat hubungan manusia satu dengan manusia lainnya dalam sebuah kelompok
masyarakat.
Perayaan 17
Agustus adalah sebuah perayaan dimana masyarakat Indonesia berbondong-bondong
untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. seluruh penjuru di Indonesia
akan melakukan berbagai macam bentuk tradisi sesuai dengan lingkungan
masyarakatnya masing-masing. Salah satu tradisi yang selalu dilaksanakan di
daerah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta adalah peringatan malam
tirakatan. Malam tirakatan ini biasanya berlangsung pada tanggal 16 Agustus di
waktu malam. Sayangnya, saat ini banyak daerah yang mulai tidak menerapkannya.
Oleh karena
itu, berdasarkan hal tersebut penulis akan mencoba mengulas kembali mengenai
sebuah tradisi dalam suatu masyarakat. Artikel ini akan membahas mengenai
tradisi malam tirakatan serta manfaatnya di kehidupan bermasyarakat.
Pembahasan
1. Pengertian
Tradisi
Menurut Wikipedia, Tradisi berasal dari bahasa latin traditio yang artinya di teruskan.
Tradisi atau kebiasaan adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan
menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu
negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama. Hal yang paling mendasar dari
tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi baik
tertulis maupun lisan, karena tanpa adanya ini, suatu tradisi dapat dikatakan
punah.
Tradisi yang berupa tulis biasanya terdapat kesepakatan
hitam di atas putih. Tradisi yang bersifat tertulis biasanya jarang terjadi
dalam kehidupan masyarakat. Salah satu tradisi yang bersifat tertulis adalah
aturan seperti, tamu wajib lapor, jam wajib belajar, dan lain sebagainya.
Sedangkan tradisi berupa lisan merupakan tradisi yang
disampaikan dari lisan ke lisan. Tradisi ini seringkali dijumpai dalam
masyarakat. Seperti misalnya, tata cara bertamu di masyarakat, tata caca
berbicara terhadap yang tua, tata cara makan menggunakan tangan kanan, tata
cara untuk menghormati orang tua, dan lain sebagainya.
2. Malam
Tirakatan
Pada tanggal 17 Agustus, setiap tahunnya akan diperingati
hari kemerdekaan Indonesia. Malam tanggal 17 Agustus biasanya akan dilakukan
tradisi malam tirakatan. Malam tirakatan akan dilaksanakan di setiap RT, RW,
atau bahkan Desa. Malam tirakatan ini akan di hadiri mulai dari anak-anak,
remaja, orang tua, bahkan para sesepuh desa. Malam tirakatan di Dusun Cupuwatu
1 di laksanakan oleh setiap RW (Rukun Warga) nya. Setiap RW terdiri dari setiap
RT (Rukun Tangga), dimana di setiap RT tersebut akan bergiliran menjadi tempat
pelaksanaan malam tirakatan. Panitia yang tergabung dalam tradisi malam
tirakatan ini tidak hanya pemuda-pemuni saja, namun bapak-bapak serta ibu-ibu
yang terdapat di dusun akan turut membantu. Bapak-bapak, biasanya akan membantu
mempersiapkan panggung bersama para pemuda di sore harinya. Para pemudi akan
bertugas untuk menyiapkan bingkisan hadiah, serta ibu-ibu yang akan bertugas
mengurus bagian konsumsi.
Malam tirakatan dimaknai dengan ungkapan rasa syukur terhadap
kemerdekaan yang telah di raih oleh bangsa Indonesia, serta renungan terhadap perjuangan para pahlawan
terdahulu. Ketika pelaksanaan malam tiraatan, para sesepuh kampung akan diminta
untuk duduk di bagian paling depan. Kemudian, anak-anak akan diberikan tempat
duduk lesehan tepat di depan panggung, hal ini agar anak-anak antusias dalam
mengikuti tradisi malam tirakatan. Karena pada malam tirakatan tidak hanya
pelaksanaan renungan saja, melainkan pembagian hadiah lomba anak, hiburan dari
warga maupun mahasiswa pendatang, dan lain sebagainya.
3. Prosesi
Malam Tirakatan
Prosesi malam tirakatan akan dimulai pada pukul 20.00
WIB. Sebelum warga akan menempati tempat yang telah disediakan, warga terlebih
dahulu mengambil konsumsi di pintu masuk yang dijaga oleh ibu-ibu PKK. Ketika
waktu telah menunjukkan pukul 20.00 WIB, maka MC akan mengecek kembali tamu
undangan yang hadir, terutama bapak padukuhan atau biasa di panggil pak dukuh.
Apabila para sesepuh kampung sudah hadir, maka acara akan dimulai.
Selanjutnya adalah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia
Raya. Dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya ini dipimin oleh dirigen yang
merupakan pemuda/pemudi di dusun Cupuwatu 1. Pada saat menyanyikan lagu
Indonesia Raya, warga diminta untuk berdiri. Hal ini dilakukan untuk
menghormati lagu Indonesia Raya dan perjuangan para pahlawan. Setelah
menyanyikan Indonesia Raya, dilaksanakan sambutan oleh Ketua RW, Kepala Desa
atau yang mewakili, serta Bapak Dukuh Cupuwatu 1.
Selanjutnya, pembacaan pembukaan Undang-Undang Dasar Republik
Indonesia 1945 (UUD RI ’45), Pancasila,
serta Proklamasi. Hal ini ditujukan agar masyarakat Cupuwatu 1 tidak lupa
dengan perangkat inti dalam kemerdekaan dan persatuan bangsa indonesia. UUD
1945 melambangkan bahwa segala aturan dalam berwarga negara di Indonesia
tecantum di dalamnya dan perlu di taati. Pancasila melambangkan bahwa lima
landasan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Proklamasi yang merupakan langkah
awal Soekarno-Hatta dalam kemerdekaan Indonesia.
Rangkaian acara berikutnya adalah pembacaan do’a. Do’a
ini dibacakan oleh perwakilan setiap tokoh agama yang terdapat di Dusun
Cupuwatu 1. Dengan dibacakannya do’a oleh setiap tokoh agama, harapannya adalah
warga Dusun Cupuwatu 1 dapat hidup rukun meski terdapat perbedaan dalam segi
agama.
Tidak lupa, terdapat agenda potong tumpeng dengan hiasan
bendera merah-putih berukuran kecil di pasang di area tumpeng yang menandakan
rasa syukur atas bertambahnya usia Bangsa Indonesia. tumpeng yang dibuat
merupakan nasi kuning yang diberikan pada sebuah nampan. Dengan adanya tumpeng
ini, tradisi malam tirakatan terasa lebih sakral.
Di sela-sela prosesi tirakatan ini, para pemuda
berinisiatuf untuk meberikan doorprize
agar suasana lebih santai dan interaktif. Cara yang digunakan pun
beranekaragam. Para pemuda menempelkan sebuah kertas yang diberikan tulisan
berupa angka, baik di kursi penonton maupun tempat konsumsi yang diberikan.
Tentunya hal ini tidak diketahui oleh warga. Selain itu, doorprize bisa di ambil oleh warga yang hari lahir nya sama atau
berada di bulan Agustus. Dengan adanya doorprize
ini, tradisi malam tirakatan semakin meriah.
Dalam pelaksanaan malam tirakaan terdapat beberapa
tampilan sebagai hiburan bagi warga masyarakat dusun Cupuwatu 1. Penampilan
tersebut berupa tarian dari anak dusun cupuwatu 1, tarian khas maluku dari para
mahasiswa pendatang di sekitaran masyarakat, penampilan sulap dari warga, stand up comedy dari bapak-bapak dusun
Cupuwatu 1, dan layar tancap yang merupakan hasil karya pemuda-pemudi
karangtaruna cupuwatu 1.
Di akhir pelaksanaan malam tirakatan, dibagikan hadiah
lomba 17 Agustus. Lomba ini dilaksanakan satu minggu sebelum perayaan HUT 17
Agustus. Lomba ini juga merupakan serangkaian acara sebelum menuju puncak
peringatan malam tirakatan. Peserta lomba 17 Agustus tidak hanya anak-anak,
orang dewasa pun mengikuti lomba dengan sangat antusias.
4. Manfaat
Tradisi Malam Tirakatan
Terdapat beberapa manfaat yang di dapat dengan adanya tradisi
malam tirakatan ini. Beberapa manfaat tersebut adalah sebagai berikut :
a.
Menambah
kerukunan warga Dusun Cupuwatu
Saat
ini, banyak sekali warga yang kerukunannya berkurang akibat banyak nya tradisi
modern yang memasuki pedesaaan di Indonesia. Bahkan, tidak sedikit desa yang
mulai tidak mengenali tetangga di sekitarnya. Dengan adanya malam tirakatan
ini, warga desa tentunya akan berbondong-bondong untuk berkumpul baik perantau,
pendatang, maupun warga asli yang menempati wilayah tersebut. Sehingga kerukunan
akan terjaga dan komunikasi berjalan dengan baik.
b.
Menambah
rasa nasionalisme sebagai warga negara Indonesia
Anak-anak
muda zaman ini, mulai mudah terpengaruh terhadap westernalisasi sehingga
terkadang bersikap acuh terhadap masa-masa perjuangan Indonesia. Dengan malam
tirakatan inilah anak-anak akan kembali teringat perjuangan para pahlawan
terdahulu. Setiap pesan yang diangkat pada malam tirakatan tentulah mengenai
perjuangan Bangsa Indonesia.
c.
Memunculkan
sikap gotong royong
Sikap
gotong royong ini terlihat mulai akan dilaksanakannya malam tirakatan sampai
tradisi ini selesai dilakukan. Semua warga ikut andil dalam periapan,
pelaksanaan, dan pembubaran. Tidak hanya para pemuda, namun para bapak dan ibu
juga turut membantu agar tradisi ini berjalan dengan tertib.
Penutup
Tradisi berasal dari bahasa latin traditio yang artinya di teruskan. Tradisi atau kebiasaan adalah
sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan
suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu, atau
agama yang sama. Hal yang paling mendasar dari tradisi adalah adanya informasi
yang diteruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun lisan, karena
tanpa adanya ini, suatu tradisi dapat dikatakan punah.
Pada tanggal 17 Agustus, setiap tahunnya akan diperingati
hari kemerdekaan Indonesia. Malam tanggal 17 Agustus biasanya akan dilakukan
tradisi malam tirakatan. Malam tirakatan akan dilaksanakan di setiap RT, RW,
atau bahkan Desa. Malam tirakatan dimaknai dengan ungkapan rasa syukur terhadap
kemerdekaan yang telah di raih oleh bangsa Indonesia, serta renungan terhadap perjuangan para pahlawan
terdahulu. Terdapat beberapa manfaat yang di dapat dengan adanya tradisi malam
tirakatan ini yang meliputi ; menambah kerukunan warga, menambah rasa
nasionalisme sebagai warga negara Indonesia, serta memunculkan sikap gotong
royong.
Oleh karena
itu, berdasarkan hal tersebut penulis telah mengulas kembali mengenai sebuah
tradisi dalam suatu masyarakat yang tertuangkan dalam bentuk artikel. Artikel
ini telah membahas mengenai tradisi malam tirakatan serta manfaatnya di
kehidupan bermasyarakat. Tradisi malam tirakatan ini penting untuk terus
dilanjtkan sebagai salah satu warisan budaya leluhur. Namun perlu diperhatikan
juga bahwa, tradisi malam tirakatan ini merupakan simbolis dalam rangka
memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Oleh kareannya, sebagai
generasi penerus mari kita bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik
guna mengisi kemerdekaan Indonesia.
Sumber :
Pengamatan langsung terhadap tradisi malam tirakatan di
Dusun Cupuwatu 1 Tahun 2018
Wawancara secara langsung dengan Bapak Boimin selaku
tokoh masyarakat di Dusun Cupuwatu 1
Lampiran
Gambar
1 Menyanyikan lagu Indonesia Raya
Gambar
2 Posisi tempat duduk perangkat desa
Gambar 3 Sambutan tokoh masyarakat
Gambar 4 Pembacaan Teks Proklamati, Pancasila, dan Pembukaan UUD 1945
Gambar
5 Pembacaan Do’a
Gambar
6 Pemotongan Tumpeng
Gambar
7 Tempat duduk anak-anak
Gambar
8 Pembagian Hadiah
Gambar
9 Penampilan mahasiswa perantauan
Gambar
10 Penampilan warga dusun
Gambar 11 Pemutaran layar tancap hasil karya karangtaruna















Komentar
Posting Komentar