Kesenian Dolalak Kabupaten Purworejo
TUGAS
KESENIAN DOLALAK KABUPATEN PURWOREJO
Makalah ini di susun guna memenuhi
tugas bapak Akabar Al Masjid, M.Pd.
selaku dosen pembimbing mata
kuliah kebudayaan daerah
Disusun Oleh :
Danang Wahyu Muktyas (2016015239)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA YOGYAKARTA
2019
KESENIAN DOLALAK KABUPATEN PURWOREJO
Danang Wahyu Muktyas
Nim 2016015239
ABSTRAK
Dolalak
di Kabupaten Purworejo sebagai salah satu wujud dari seni tradisi kerakyatan,
kehadirannya merupakan kelangsungan kehidupan kultural yang sudah berakar
secara turun-temurun yang menjadi salah satu perwujudan budaya. Seiring
perkembangannya, tarian dolalak ada bermacam macam alat musik dan gerakan yang
yang di pakai. Selain itu sekarang tarian doalalak mengkreasikan lagu dan
gerakan baru seiring perkembnag zaman. Ada sekitar 50 grub yang tersebar di
kabupaten purworejo. Dolalak terbanyak di kabupaten purwoejo yaitu terdapat di
kecamatan Pituruh dengan 12 grub Dolalak. Dolalak semakin dikenal oleh
masyarakat, Kabupaten Purworejo serta turut berperan dalam peningkatan
kunjungan wisata di Purworejo.
Kata Kunci: Dolalak, Purworejo,.
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Tari
dolalak adalah tarian tradisional peninggalan pada jaman Belanda yang di
mainkan oleh beberapa penari pria atau wanita dengan seragam prajurit. Tarian
ini merupakan salah satu tarian tradisional khas Purworejo, Jawa tengah. Nama dolalak
diambil dari not “Do” dan “La” karena awalnya tarian ini hanya
diiringi dengan alat musik dua nada.
Bentuk
kesenian Dolalak merupakan perpaduan
tari, musik dan lagu vokal (koor)
sedangkan isi yang dituangkan dalam garapan tari mengandung nilai kehidupan
kebersamaan atau gotong-royong, menggambarkan sikap kegagahan, disiplin
sekaligus suasana kegembiraan. Mengacu pada Laporan Proyek Pembina Kesenian
Jawa Tengah tahun 1992/1993 dengan judul Deskripsi Kesenian Dolalak, nama tari Dolalak berasal dari kata “do” dan “la-la” yaitu ucapan notasi lagu diatonis yang dinyanyikan oleh
serdadu-serdadu Belanda dalam tangsi untuk mengiringi atau dinyanyikan sambil
menari-nari.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dolalak ?
2. Apa saja alat yang di gunakan dalam mengiringi
ndolalak ?
3. Apa saja filosofi kostum dalam dolalak ?
C.
TUJUAN
Tujuan mengambil tarian dolalak yaitu untuk
mengerti apa arti atau pengertian tarian ndolalak, selain itu dalam tarian dolalak
ada alat-alat yang di gunakan dalam tarian doalalak dan kostum pakaian yang di
gunakan dalam tarian dolalak. Tarian dolalak ada macam-macam kegiatan yang
dialalui dalam pementasan dolalak agar kita tahu tentang persiapan dan
perlengkapaan.
PEMBAHASAN
Tari dolalak adalah tarian
tradisional peninggalan pada jaman Belanda yang di mainkan oleh beberapa penari
pria atau wanita dengan seragam prajurit. Tarian ini merupakan salah satu
tarian tradisional khas Purworejo, Jawa tengah. Nama dolalak diambil dari not “Do” dan “La” karena awalnya tarian ini hanya diiringi dengan alat musik
dua nada.
Menurut sejarahnya, Tari Dolalak
terinspirasi dari perilaku serdadu Belanda pada saat beristirahat di camp
peristirahatan mereka. Pada saat beristirahat, para serdadu Belanda itu
melakukan pesta dengan minum – minuman keras dan berdansa. Aktivitas tersebut
lalu di tiru oleh orang pribumi dan terciptalah gerakan yang sederhana dan
berulang – ulang. Lalu sekitar tahun 1940, Tari Dolalak di kembangkan sebagai
misi keagamaan dan politik untuk memerangi pasukan Belanda. Tarian ini awalnya
hanya di pentaskan pada acara tertentu seperti syukuran, sunatan, dan hajatan.
Tari Dolalak biasanya di pentaskan pada malam hari semalam suntuk untuk
memeriahkan acara.
Seiring dengan perkembangan jaman,
mulai banyak modifikasi dari Tari Dolalak ini agar lebih menarik dan agar
telepas dari budaya Belanda yang masih merekat pada tarian ini untuk
menciptakan ciri khas tersendiri. Pengembangan tersebut terlihat dari musik pengiring,
lagu yang di bawakan, gerakan tari dan kostum yang digunakan. Dalam
perkembangannya, Tari Dolalak mempunyai ragam sesuai dengan daerah asalnya,
diantaranya seperti gaya kaligesingan,
mlaranan, banyuuripan dan sejiwanan.
Dolalak biasanya sebagai pembuka
dengan dengan memainan lagu sholawat, dan memberi doa dan sesaji kepada penari.
Setelah semua siap menyanyikan lagu kidung pembuka. Syair assala merupakan syair tresnowati
tentang rasa senang dan percintaan, syair kroncong asta tentang pesan keagamaan,
syair tentang itunge dino menghafal hari-hari jawa, pada siang hariakan ada
tari rampak dngan syair anak cina menunjukan kekompakan.
Dalam pertunjukannya, Tari Dolalak
bisa dimainkan dengan berkelompok,
berpasangan, dan tari tunggal.
Penari dalam dolalak biasanya berkisar dari 8 – 16 penari. Gerakan
dalam tarian ini merupakan gerak keprajuritan yang di dominasi dengan gerakan
yang kompak dan dinamis. Yang menjadi ciri khas dari Tari Dolalak adalah
gerakan “kirig“, yaitu gerakan
bahu yang cepat pada saat tertentu. Gerakan dalam Tari Dolalak ini mempunyai
istilah yang bermacam - macam. Pada gerakan kaki mempunyai istilah seperti Hayog anadalah gerakan yang dialakukan
menghadap kekanan dan kiri posisi mendadak kedua tangan metenteng bahu kemudian
di gerakan, Assala adalah gerakan berpasanagan dengan gerakan lambaian tangan,
tresnowati adalah gerakan berpasangan yang digerakan dengan rampak, kroncong
asata adalah gerakan cangkolan yaitu kedua saling berhadap-hadapan, anak cina
adalah gerakan kedua tangan saling bertemu.
. Pada gerakan tangan mempunyai istilah seperti ngruji, teweng, gregem, bapangan, wolak
walik, tangkisan dan lain – lain. pada gerakan badan mempunyai istilah
seperti ogek, entrag dan geblag. Pada gerakan leher mempunyai
istilah seperti tolehan, lilingan
dan coklekan. Dan pada
gerakan bahu seperti kirig dan kedher.
Pada pertunjukan tarian tunggal
Dolalak biasanya di
warnai dengan keadaan trance
para penari, yaitu keadaan dimana penari mengalami kesurupan karena sudah larut
dalam gerakan tari dan iringan musiknya. Keadaan trance tersebut sering
menimbulkan tingkah lucu para penari dan membuat masyarakat tertarik dengan
tontonan tersebut. Dalam pertunjukannya, Tari Dolalak juga di damping oleh sesepuh yang ada dalam dolalak yang
bertugas menyembuhkan penari yang kesurupan dan melakukan ritual lainnya. Dalam
pertunjukan Tari Dolalak awalnya bisa di pentaskan selama berjam – jam. Namun
dalam perkembangannya tarian tersebut di modifikasi dengan mengurangi
durasinya, agar tidak terlalu banyak gerakan yang di ulang – ulang dan membuat
gerakan tari yang disajikan menjadi padat dan bervariasi.
Lagu yang di pakai dalam Tarian
Dolalak
Lirik Lagu Ndolalak Turi Turi Putih
Turi turi putih,di tandur ning kebon
agung
Turi turi putih,di tandur ning kebon agung
Cleret tibo nyemplung
gumlundung,gumlundung kembange opo
Mbok diro,mbok diro,mbok diro
kembange opo
Kembang kembang menur, aku seneng
kembange menur
Kembang kembang menur,aku seneng
kembange menur
Aku seneng tindak kang
jujur,wekasane subur makmur
Mbok diro,mbok diro,mbok diro
kembange opo
Kembang kembang melati,kembang
melati di ronce-ronce
Kembang kembang melati,kembang melati di
ronce-ronce
Jantung ati endi enggone,mbok diro
kembange opo
Mbok diro,mbok diro,mbok diro
kembange opo
Lirik Lagu Ndolalak Kapal Layar
Kapal layar di tanjung pinang
Kapal layar di tanjung pinang
Hendak berlayar ke Surabaya
Ini lah ini wulandadari
Ini lah ini wulandadari
Bintang raena pinggir segoro
Sumur mati lah tutup ono
Sumur mati lah tutup ono
Tutup ono kembang melati,kembang
melati
Lirik Lagu Ndolalak Burung Glathik
Burung glathik,kepala tiga
Tiga juga siapa yang punya
Pergi plesir,pasar Ngayojo
Beli kain yang sama rupa
Ikan cucut,mandi di laut
Banyak ombak bergoyang buntut
Andheng andheng,di atas mulut
Sapa mandheng mundak kepincut
Lirik Lagu Ndolalak Kuning Kuning
Kuning kuning di pakai kalung
Kuning kuning di pakai kalung
Melihat saja,melihat saja di atas
gulu
Kalau turun di kasih ampun
Kalau turun di kasih ampun
Boleh kasih,boleh kasih di kasih
mohon
Lirik Lagu Ndolalak Orang Manis
Orang manis pakailah cincin
Orang manis pakailah cincin
Lihat saya lah sayang datang kemari
Kalau datang boleh kasih ampun
Kalau datang boleh kasih ampun
Kalau habis lah sayang mainan saya
Putih kuning masuk dalam perahu
Putih kuning masuk dalam perahu
Kalau lihat lah sayang tunggu di
sini
Lirik Lagu Ndolalak Saya Cari
Saya cari orang manis bunga melati
Saya cari orang manis bunga melati
Melati juga wong manis mana rumahnya
Jangan ikut manis mundak kepincut
Jangan ikut manis mundak kepincut
Kepincut juga wong manis sini
rumahnya
Deskripsi Gerak dan Tarian
|
Deskripsi Tari Dolalak Ikan Cucut
|
|||
|
No
|
Gerakan
|
Hitungan
|
Keterangan
|
|
1
|
Ngetol
|
1-8 , 1-4
|
Jalan di tempat, tangan malang kerik
|
|
2
|
Siak
|
5-8
|
Seblak sampur (gerakan peralihan dalam dolalak)
|
|
|
Menthang kanan
|
1-8
|
Tangan kanan ndepaplang, tangan kiri di depan dada,
gerakan kaki berjalan memutar kea rah kiri
|
|
4
|
Menthang kiri
|
1-8 , 1-4
|
Kebalikan menthang kanan
|
|
|
Geser kanan, kiri, kirig
|
2 x (1-8)
|
1-2 geser kanan
3-4 , 7-8 kirig
5-6 geser kiri
Tangan malang kerik
|
|
6
|
Ngetol
|
1-4
|
Jalan mundur, tangan ngrayung dolalak di samping
kanan kiri
|
|
7
|
Siak
|
5-8
|
Balik kanan lalu siak
|
|
|
Lambeyan
|
2 x (1-8)
1-4
|
Jalan memutar kearah kiri, tangan kanan ngithing,
tangan kiri ngithing sampur, kaki kanan melangkah diikuti tangan kiri dan
sebaliknya
|
|
9
|
Siak
|
5-8
|
Berhadapan
|
|
|
Geser kanan, kiri, kirig
|
2 x (1-8)
|
1-2 geser kanan
3-4 . 7-8 kirig
5-6 geser kiri , sejajar dengan pasangan
Tangan malang kerik
|
|
11
|
Ngetol
|
1-4
|
Mundur lalu balik kanan
|
|
12
|
Siak / siak keplok
|
5-8
|
*1 siak *2 siak keplok
5-6 seblak sampur (berhadapan)
7-8 keplok lalu bergandengan dengan pasangan
|
|
13
|
Jingklak berpasangan
|
2 x (1-8)
1-4
5-8
|
1-2 , 5-6 kaki kanan diangkat
3-4 , 7-8 kaki kiri diangkat
Menjauhi pasangan
|
|
14
|
Pencik
|
2 x (1-8)
1-4
|
Kaki kiri jinjit lalu melangkah ke kiri diikuti kaki
kanan, tangan kanan menthang, tangan kiri ukel sejajar kepala (bergantian)
|
|
15
|
Siak
|
5-8
|
Saling membelakangi
|
|
16
|
Ngetol
|
1-8
1-4
|
Mundur
Berbalik menghadap ke penonton
|
|
17
|
Siak
|
5-8
|
Menghadap penonton
|
|
|
|
|
|
|
Deskripsi Tari Dolalak Jalan-Jalan Keras
|
|||
|
1
|
Ngetol
|
1-8 , 1-4
|
Di tempat
|
|
2
|
Siak
|
5-8
|
Menghadap penonton
|
|
|
Ayun tangan
|
1-4
|
*Gerakan tangan yang menyerupai hormat namun jari
telunjuk di tekuk, telapak tangan menghadap wajah
1-2 ke kiri
3-4 ke kanan
|
|
4
|
Siak
|
5-8
|
Menghadap penonton
|
|
5
|
Jingklak menthang
|
2 x (1-8)
|
1-4 menthang kanan, kaki kiri di angkat
5-8 mentang kiri, kaki kanan diangkat
|
|
6
|
Mayuk maju
|
1-4
|
Tangan seperti ayun tangan namun tidak di ayunkan,
badan condong ke depan lalu berjalan maju
|
|
7
|
Siak
|
5-8
|
Menghadap penonton
|
|
|
Ngetol
|
2 x (1-8)
|
Jalan mundur, tangan ngrayung dolalak di samping
kanan kiri
|
|
9
|
Mayuk muter
|
1-4
|
Tangan seperti ayun tangan namun tidak di ayunkan,
berbalik badan (balik kanan)
|
|
10
|
Siak
|
5-8
|
Membelakangi penonton
|
|
11
|
Ayun tangan
|
1-4
|
1-2 ke kiri
3-4 ke kanan
|
|
12
|
Siak
|
5-8
|
Di tempat
|
Pada pertunjukannya, Tari Dolalak
awalnya hanya di iringi dengan 1 buah kendhang, 4 buah rebana, 1 buah kecrekan,
1 buah bedug. Tarian ini juga di iringi dengan alat musik seperti kendang, terbangan, bedug, kecer. Seiring
perkembangan zaman menggunakan keyboard dan bass. Selain itu juga lagu
yang di nyanyikan untuk mengiringi pertunjukan Tari Dolalak sangat beragam,
diawali dengan lagu pembuka hingga lagu parikan atau pantun bahkan sampai lagu
jenis pop, dangdut, dan campursari di kemas sesuai dengan
gerakan para penari. Syair lagu yang di bawakan bertema tentang agama, sindiran
sosial, kegembiraan, percintaan dan nasehat kehidupan.
Kostum
yang di gunakan pada Tari Dolalak ini biasanya menggunakan baju lengan panjang
dan celana pendek hitam dengan coraknya yang khas dengan warna keemasan pada
bagian dada dan punggung. Pada bagian kepala biasanya menggunakan topi pet
hitam dengan hiasan seperti bulu yang berwarna – warni. Dan tidak lupa pada
bagian kaki menggunakan kaos kaki dan sampur
pinggang yang di ikat di sebelah kanan saja. Kostum yang di gunakan dalam Tari Dolalak
ini juga telah mengalami berbagai modifikasi. Celana pendek yang awalnya di
atas lutut di modifikasi sampai bawah lutut. Selain itu juga ada modifikasi
gaya muslim dengan menggunakan kerudung
namun tetap menggunakan topi yang sama selai itu juga menggunakan kacamata dan
kaos kaki yang di gunakan oleh penari.
Dalam perkembangannya, Tari Dolalak
ini tidak lepas dari perhatian pemerintah kabupaten Purworejo dengan memperkenalkan Tari
Dolalak ini di berbagai event yang ada. Selain itu tarian ini juga di jadikan
mata pelajaran khusus bagi pendidikan dasar agar regenerasi yang ada tidak
pernah melupakan tari balalak ini. Tari Dolalak tidak hanya terkenal di
Purworejo dan Jawa tengah saja. Namun tarian ini juga sering mewarnai panggung
pentas kesenian tingkat nasional dan taraian ini suadah go internasioanal
pernah tampil dibelanda dan luar negri yang lainya. Tari Dolalak ini dapat kita
temukan di berbagai acara seperti suronan, hajatan, pernikahan, dan syukuran di
Purworejo, Jawa
tengah.
Manfaat yang dapat diapetik dari
tarian dolalak yaitu sebagai membrikan hiburan yang sehat, murah dan sebagai
media pengumpulmaa di tengah-tengah kehidupan masyarakat purworejo.
Nilai- nilai yang dapat kita ambil
dari tarian doalak yaitu nilai moralitas ketuhunanan, nilai moralitas sosial,
pendidikan dan budi pekerti. Nilai ketuhanan yaitu nilai patuh seorang hamba
terhadap sang penciptanya, nilai soaial tentang nilai yang ada dakam kehidupan
bermasayarakat, nilai sopan yaitu saling menghargai antar sesama, dan nilai
estetika sebagau sarana huburan.
Penari doalalak Pria
Penri dolalak wanita
Alat musik doalalak
PENUTUP
KESIMPULAN
Tari dolalak adalah tarian
tradisional peninggalan pada jaman Belanda yang di mainkan oleh beberapa penari
pria atau wanita dengan seragam prajurit. Tarian ini merupakan salah satu
tarian tradisional khas Purworejo, Jawa tengah. Nama dolalak diambil dari not “Do” dan “La” karena awalnya tarian ini hanya diiringi dengan alat musik
dua nada.
Tarian ini di mainkan dengan
berkelompok dengan jumlah 8-16 pemain, tarian ini biasanya di iringi dengan
alat musik kendang, rebana, keyboard, kecrek, dan bedug. Dolalak mempunyai
macam-macam gerakan dan dan syair tentang percintaan sindiran dan masih banyak
yang lain, dolalak juga biasanya dapat kita lihat di event-event beasar di
purworejo misal suronan dan acara di kabupaten selain itu kita biasanya dapat
melihat di acara tasyakuran, dan pernikahan.
REFRENSI
1. Bapak
Purwanto, 65 th. Pengampu Dolalak Cahya Pelangi desa Gumawangrejo. Wawancara 20
April 2019, di Rumah bapak Purwanto
2. Budi
Setyawan Agus. 2016. KESENIAN TARI DOLALAK SEBAGAI BRAND KABUPATEN PURWOREJO,
JAWA TENGAH. Jurnal Kalatanda, vol.
1. Tanggal 23 April




Komentar
Posting Komentar