Kebudayaan Betawi



Kebudayaan Betawi


Nama   : Hanifah Riani Safitri
Nim     : 2016015342

Abstrak 
Suku betawi merupakan sebutan untuk para penghuni daerah Jakarta dan sekitarnya, Bahasa melayu kreol adalah Bahasa yang digunkan, suku ini banyak di kenal karena letaknya berada di pusat pemerintahan Negara Republik Indonesia. Beberapa ahli menyebut bahwa Suku Betawi merupakan keturunan dari perkawinan antar suku di Nusantara. Sebagian berpendapat jika suku Betawi telah ada sejak lama ada. penduduk asli Betawi adalah penduduk Nusa Jawa sebagaimana orang Sunda, Jawa, dan Madura. Kata Betawi sebenarnya berasal dari kata “Batavia” nama  kuno Jakarta yang diberikan oleh belanda. Suku Betawi terkenal dengan seni Lenong,yang dimainkan oleh orang -orang Betawi dengan maksud dan tujuannya menghibbur,  Gambang Kromong, Rebana Tanjidor dan Keroncong. Betawi juga memiliki lagu tradisional seperti "ondel-ondel, kincir-kincir



BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh tuhan sebagai makhluk yang berbudaya, hal ini dapat dilihat dari perkembangan manusia yang ditandai dengan adanya peradaban-peradaban dan juga budaya yang telah terbentuk. Manusia mendiami wilayah yang berbeda dan berada di lingkungan yang berbeda juga. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan kepribadian setiap manusia disuatu wilayah berbeda-beda dengan yang lainnya. Kebudayaan merupakan sebuah cerminan yang berasal dari kepribadian suatu bangsa dan merupakan salah satu penjelmaan dari jiwa suatu bangsa dan apa bila masyarakat Betawi tidak lagi memiliki kebudayaan, maka masyarakat Betawi akan kehilangan kepribadiaannya sebagai bagian dari penduduk Jakarta.
Suku betawi merupakan sebutan untuk para penghuni daerah Jakarta dan sekitarnya, Bahasa melayu kreol adalah Bahasa yang digunakan, suku ini banyak di kenal karena letaknya berada di pusat pemerintahan Negara Republik Indonesia. Beberapa ahli menyebut bahwa Suku Betawi merupakan keturunan dari perkawinan antar suku di Nusantara. Sebagian berpendapat jika suku Betawi telah ada sejak lama. Eksistensi suku Betawi menurut sejarawan Sagiman MD telah ada serta mendiami Jakarta dan sekitarnya sejak zaman batu baru atau pada zaman Neoliticum, penduduk asli Betawi adalah penduduk Nusa Jawa sebagaimana orang Sunda, Jawa, dan Madura. Kata Betawi sebenarnya berasal dari kata “Batavia” nama  kuno Jakarta yang diberikan oleh belanda.

B.     Tujuan penulisan
Tujuan penulisan artikel mengenai kebudayaan suku Betawi yaitu untuk mengetahui sejarah dan keberagaman budaya yang terdapat pada suku Betawi dan penulis juga ingin mengetahui serta menambah wawasan terhadap kebudayaan yang ada pada suku Betawi

BAB II
            PEMBAHASAN

A.    Sejarah suku Betawi
Suku betawi merupakan sebutan untuk para penghuni daerah Jakarta dan sekitarnya, suku ini banyak di kenal karena letaknya berada di pusat pemerintahan Negara Republik Indonesia. Beberapa ahli menyebut bahwa Suku Betawi merupakan keturunan dari perkawinan antar suku di Nusantara.
Sebagian berpendapat jika suku Betawi telah ada sejak lama. Eksistensi suku Betawi menurut sejarawan Sagiman MD telah ada serta mendiami Jakarta dan sekitarnya sejak zaman batu baru atau pada zaman Neoliticum, penduduk asli Betawi adalah penduduk Nusa Jawa sebagaimana orang Sunda, Jawa, dan Madura. Pendapat Sagiman MD tersebut senada dengan Uka Tjandarasasmita yang mengeluarkan monografinya "Jakarta Raya dan Sekitarnya Dari Zaman Prasejarah Hingga Kerajaan Pajajaran (1977)" mengungkapkan bahwa Penduduk Asli Jakarta telah ada pada sekitar tahun 3500 - 3000 sebelum masehi. (Ayunda Putri,2015:1)
Sebagaian orang menyebutkan bahwa orang-orang suku betawi berasal dari keturunan dari budak yang di datangkan oleh Belanda. Budak itu di datangkan di antaranya dari Bali, Sulawesi, Maluku, Tiongkok dan India. Antropolog Universitas Indonesia, Dr. Yasmine Zaki Shahab, MA memperkirakan, etnis Betawi baru terbentuk sekitar seabad lalu, antara tahun 1815-1893. Perkiraan ini didasarkanatas studi sejarah demografi penduduk Jakarta yang dirintis sejarawan Australia, Lance Castle.(Academia.2015). Sensus yang di lakukan pada masa kolonial Belanda pada tahun 1615 dan 1815 (Academia.2015) tidak di temukan catatan mengenai keberadaan Etnis Betawi.

Ada beberapa acuan yang digunakan untuk mengenali asal-usul kata Betawi.
1.Pitawi (Bahasa Melayu Polynesia Purba) yang artinya “Larangan” Kosa kata ini mengacu pada komplek situs “Batu Jaya” di daerah Karawang.
2. Betawi (Bahasa Melayu Brunei) mempunyai makna giwang. Nama ini mengacu pada ekskavasi di Babelan, Kabupaten Bekasi. Dimana di wilayah ini hingga tahun 1990-an masih sempat ditemukan banyak giwang emas dari abad ke-11 M.
3. Flora Guling Betawi (Cassia Glauca), Famili Papilionaceae adalah sejenis tanaman Perdu, yang kayunya bulat kokoh seperti guling, tetapi mudah diraut.
Pada tahun 1619, Belanda Datang. VOC di bawah pimpinan JP. Coen
datang ke Jakarta. Jakarta ketika itu masih bernama Jayakarta, setelah mengalahkan Kasultanan Banten, kemudian mengubah nama Jayakarta menjadi Batavia. Para pekerja yang didatangkan oleh Belanda kemudian dikenal sebagai suku Betawi.
Sedangkan, penggunaan kata Betawi sebagai sebuah suku adalah pada masa Hindia Belanda, diawali dengan pendirian sebuah organisasi yang bernama “Perkoempoelan Kaoem Betawi” pada tahun 1923, yang diprakarsai oleh Husni Thamrin.

B.     Musik
Dalam bagian kesenian,menurut sejarawan Betawi yang ada dimuseum  fattahila,  masyarakat Betawi memiliki seni Gambang Kromong yang berasal dari seni musik Tionghoa, tetapi juga ada Rebana yang berakar pada tradisi musik Arab, Keroncong Tugu dengan latar belakang Portugis-Arab, dan Tanjidor yang berlatarbelakang ke-Belanda-an. Saat ini Suku Betawi terkenal dengan seni Lenong,yang dimainkan oleh orang -orang Betawi dengan maksud dan tujuannya menghibur,  Gambang Kromong, Rebana Tanjidor dan Keroncong. Betawi juga memiliki lagu tradisional seperti "ondel-ondel, kincir-kincir dan manuk dadali. Dimana lagu-lagu tersebut biasa dinyanyikan pada acara-acara besar dalam rangga budaya Betawi. Seperti hut Betawi dll.
Keunikan kesenian betawipun tidak luput dari lambang boneka ondel-ondel yang menggambarkan kebudayaan abang-none Betawi.








BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Indonesia memiliki banyak keanekaragaman suku, ras dan budaya, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak pulau dan suku, budaya.  salah satunya suku Betawi yang terletak pada kepulau jawa , Suku Betawi merupakan suku yang terletak di pusat pemerintahan Indonesia, yaitu Jakarta yang pada dulunya diberi nama “Batavia” oleh pihak belanda. Suku Betawi berasal dari keturunan perkawinan antar suku di Nusantara. Suku Betawi sangat menghormati kebiasaan dan menjaga kebudayaan mereka, terbukti pada masih banyaknya orang Betawi yang masih memainkan lakon atau kebudayaan yang diwariskan dari masa ke masa seperti gambang kromo, lenong bocah, adat pernikahan Betawi dengan berbalas pantun, dan juga ondel-ondel yang merupakan ciri khas dari kebudayan Betawi itu sendiri.

LAMPIRAN .



Komentar

Postingan populer dari blog ini

TRADISI RASULAN DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Tradisi “Kondangan Rayahan” Di Dusun Bapangan Rw 08, Karangtalun, Karangdowo Klaten, Jawa Tengah

Kebudayaan Daerah Kebumen Tradisi Janengan