BATIK BANYU SABRANG SEBAGAI WARISAN BUDAYA BANGSA INDONESIA


BATIK BANYU SABRANG SEBAGAI WARISAN BUDAYA BANGSA INDONESIA
Oleh : Guntari (2016015345)
Abstrak

Masalah yang di angkat dalam artikel ini tentang batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia. Tujuan dari penulisan artikel ini untuk mendiskripsikan proses membatik , bahan yang digunakan untuk membatik, alat yang digunakan untuk membatik, nilai filosofis motif batik dan nilai budaya serta pendidikan, sehingga generasi bangsa tertarik sehingga tetap melestarikan budaya local bangsa Indonesia. Sampel yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah seorang pengusaha batik kontemporer yaitu Hanang Mintarta, yang tinggal di Dusun Sembungan, Desa Gulurejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, tepatnya Jalan Raya Ngentakrejo, Lendah, Kulon Progo, Yogyakarta. Batik yang di produksi adalah batik kontemporer abstrak.
Kata kunci : Batik, Banyu Sabrang
PENDAHULUAN
Pada masa sekarang ini batik tidak begitu dikenal oleh masyarakat Indonesia. Masyarakat lebih mengenal pakaian atau baju yang masuk di Indonesia akibat globalisasi. Batik merupakan budaya lama dan warisan budaya Indonesia yang wajib kita lestarikan. Batik adalah seni gambar di atas kain untuk pakaian dibuat dengan teknik resist menggunakan material lilin. Kata batik berasal dari bahasa Jawa yang berarti menulis. Teknik membatik telah di kenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak adaketerangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembagkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Batick, batic, bathik, batik, batique dan batek serta batix adalah sebutan lain kain batik. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak Negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat popular di beberapa Negara benua Afrika. Walupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia.
Setiap daerah di Indonesia mempunyai corak batik yang berbeda-beda dikarenakan pengaruh budaya masyarakat setempat juga berbeda-beda. Corak batik daerah Jawa Tengah seperti Solo, Yogyakarta, dan Pekalongan lebih banyak bermotif flora dengan alur yang rapat dengan warna-warna gelap seperti hitam ataupun coklat tua, berbeda dengan corak batik daerah Madura terutama Sumenep yang mengkombinasikan antara flora dan fauna dengan dominasi warna merah.
Masyarakat saai ini belum mengetahui betul tentang batik yang ada di Indonesia. Batik merupakan warisan leluhur Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO, namun banyak keterbatasan dalam pengenalan batk yang ada di daerah Indonesia. Pengenalan terhadap motif batik pada saat ini hanya dapat dilihat dengan datang ke museum atau menyelenggarakan galeri batik. Galeri batik dapat berfungsi sebagai tempat pameran atau dapat berfungsi sebagai tempat memperdagangkan batik. Namun ada keterbatasan dalam penyelenggara galeri batik yaitu memerlukan ketersediaan tempat serta harus mendatangkan kain batik yang seringkali sudah berumur sehingga rentan terhadap kerusakan.
Batik menjadikan Negara Indonesia memiliki ciri yang khas di mancanegara. Kepopuleran Batik yang ada di Indonesia ini sampai di dunia. Untuk itu warga Negara Indonesia kita harus bangga dan ikut mempertahankan warisan budaya ini agar tidak punah dengan bergantinya jaman. Oleh karena itu dengan adanya artikel ini diharapkan dapat menambah wawasan atau pengetahuan teman-teman mengenai warisan budaya bangsa Indonesia yaitu batik khususnya batik kontemporer.
PEMBAHASAN
Dalam membuat sebuah karya batik tidak hanya langsung jadi tetapi juga terdapat prosesnya. Selain memerlukan sebuah proses dalam membuat batik juga memerlukan alat dan bahan. Disamping memerlukan proses, alat, dan bahan juga memiliki nilai budaya atau pendidikan dalam proses pembuatan batik.  Berikut alat dan bahan pembuatan batik di antaranya :
a.       Kompor
Kompor dalam membatik berguna untuk memanaskan malam supaya encer atau cair dan tetap panas. Biasanya kompor yang digunakan untukmembatik bermacam-macam ada kompor listrik, dan juga ada kompor yang menggunakan sumbu dan bahan bakar solar.
b.      Wajan
Wajan dalam membatik berguna sebagai tempat memanaskan malam , biasanya wajan yang digunakan untuk membatik ukurannya kecil.
c.       Canting
Canting dalam membatik berguna sebagai alat melukis motif. Canting juga memiliki berbagai jenis tergantung kita akan menggunakannya.
d.      Gawangan
Gawangan dalam membatik berguna untuk menyangga kain saat proses membatik berlangsung. Gawangan ini bisa terbuat dari kayu ataupun bambu.
e.       Dingklik ( kursi )
Dingklik adalah kursi kecil yang terbuat dari kayu, plastic, ataupun sebagai tempat duduk pembatik. Biasanya proses menggambar batik tulis dilakukan dengan duduk di bawah, tidak dilakukan dengan berdiri sebagaimana yang dilakukan pengrajin batik saat membuat batik cap.
f.       Malam atau lilin
Malam merupakan salah satu bahan utama pembuatan batik tulis tetapi malam tidak hanya di gunakan untuk batik tulis saja tetapi juga batik cap. Malam atau lilin berfungsi untuk menutupi bagian tertentu agar tidak terkena pewarna atau bisa juga disebut perintang.
g.      Kain Mori
Kain mori merupakan bahan utama untuk membuat btik tulis, kain ini berasal dari bahan kapas yang telah mengalami proses pemutihan dan memiliki klasifikasi khusus. Kain yang bisa digunakan untuk bahan batik adalah kain yang mudah menyerap zat-zat pewarna batik. Jenis kain yang baik untuk membuat batik yaitu kain primisima karena memiliki kualitas tertinggi. 
h.      Zat pewarna
Untuk pembuatan batik terdapat jenis zat pewarna yang bisa digunakan yaitu zat pewarna alami dan sintesis atau buatan. Untuk industry batik saat ini banyak yang menggunakan zat pewarna sintesis karena lebih praktis, bahan mudah didapat, murah dan terdapat banyak pilihan warna.
Dalam membuat batik juga memerlukan proses yang panjang diantarnya :
a.       Membuat sket / Molani
Membuat sket merupakan mengambar di atas kertas karbon kemudian setelah selesai kertas karbon di letakkan di bawah kain dan akan terlihat gambar yang transparan lalu tinggal menggambar mengikuti gambar transparan tersebut di atas kain. Proses pembuatan sket sangat penting, apabila kita langsung membatik di atas kain tanpa membuat sket terlebih dahulu pasti akan terdapat beberapa bentuk kesalahan diantaranya salah dalam membuat motif dan lain sebagainya. Maka dari itu langkah pertama dalam membuat batik yaitu membuat sket.
b.      Nglowongi
Nglowongi merupakan kegiatan melukis menggunakan malam menggunakan canting dengan mengikuti pola tersebut.
c.       Isen isen
Isen-isen merupakan pengisi atau ornamen bagian-bagian tertentu pada pola yang telah kita klowongi. Isen-isen juga bermacam-macam seperti isen cecek atau titik-titik, herangan, sisik, gringsing, sawut, galaran, rambutan, sirapan, dan cacah gori.
d.      Proses warna
Proses warna merupakan kegiatan mewarna kain yang telah selesai di batik menggunakan bahan pewarna dan juga memerlukan pengunci warna agar warna tidak pudar. Kegiatan mewarna bisa satu atau dua kali bahkan bisa lebih tergantung keinginan warna yang di kehendaki.
e.       Penjemuran
Penjemuran merupakan kegiatan menjemur kain batik yang telah selesai di warna di bawah sinar matahari langsung.
f.       Nglorot
Nglorot atau melepas malam dengan cara kain digodog di drem atau panci yang besar dengan air yang di tambah bahan pelepas malam, kemudian setelah beberapa saat kain di angkat dan di bilas dengan air bersih dan di jemur di bawah sinar matahari.
Nilai folisofis proses membatik, batik merupakan sebuah gambaran perjalanan hidup yang lengkap, yang semuanya harus dilalui, seperti perjalanan hidup manusia dari lahir sampai berpulang, membatik pun mulai dari molani, nglowongi, isen-isen, warna dan nglorod.  Mulai dari molani yaitu memiliki makna bahwa dalam hidup seseorang harus memiliki rencana atau perencanaan untuk kedepannya, kemudian dilanjutkan nglowongi memiliki makna bahwa manusia dalam ini sudah mulai berproses dan berusaha. Kemudian dalam berusaha banyak macam motif pilihan hidup, warma memilki makna banyak keindahan masa depan nantinya, dan nglorod memiliki makna bahwa manusia akan kembali kepada yang kuasa.
Nilai filosofis dari Batik Banyu Sabrang ini khususnya pada motif Oplok yang berawal dari kata oplok-oplokan atau eplek-eplekan dari permainan masa kecil yang berulang dalam proses membatik. Bahwa dalam proses mambatik kita bisa menikmati kerja selayaknya anak kecil yang sedang bermain tanah becek, asik, menarik, suka, dan penuh inspirasi. Dalam batik kombinasi yang terdapat motif geblek renteng menggambarkan bahwa geblek sebagai motif utama dan symbol yang menunjukan kekayaan alam dan kondisi Kabupaten Kulon Progo, dan juga geblek  merupakan makanan khas pribumi Kabupaten Kulon Progo. Di antara motif geblek tersebut ditorehkan emblem Binangun yang dicerminkan sebagai kuncup bunga yang bakal mekar, mempunyai makna bahwa Kulon Progo merupakan wilayah yang sebentar lagi bakal mekar menjadi permata estetis dari pulau Jawa. Disampingnya ada motif buah manggis yang merupakan tumbuhan khas Kulon Progo. Ketiga motif tersebut diciptakan dengan pola naik turun sebagai perlambang bahwa kenampakan alan di Kulon Progo yang paling bervariasi, mulai dari pegunungan, dataran tinggi, sampai dataran rendah dan pantai.
Nilai budaya atau pendidikan yang dapat di ambil dari kegiatan membuat batik dalam membatik harus telaten, sabar, tidak terburu-buru dan lain sebagainya. Adapun nilai budaya dari kegiatan membatik menanamkan cinta budaya dan melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia.
PENUTUP
Dari pemaparan artikel di atas dapat di simpulkan bahwa batik adalah seni gambar di atas kain untuk pakaian dibuat dengan teknik resist menggunakan material lilin. Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang wajib kita lestarikan. Dalam melestarikan batik tentunya kita sebagai generasi penerus bangsa wajib mengetahui bagaimana proses pembuatan batik, bahan untuk membuat batik, alat dalam membuat batik, dan juga nilai budaya atau pendidikan yang dapat di ambil dari proses pembuatan batik.
 Proses pembuatan batik mulai dari membuat sket atau pola, nglowongi, memberi isen-isen, mewarna batik, menjemur batik, nglorot batik dari malam atau lilin, dan menjemurnya lagi. Bahan dan alat yang digunakan di antaranya : kain, malam atau lilin, pewarna, kompor, wajar, canting, gawangan, dan dingklik atau kursi. Nilai budaya atau pendidikan yang dapat di ambil dari kegiatan membuat batik dalam membatik harus telaten, sabar, tidak terburu-buru dan lain sebagainya. Adapun nilai budaya dari kegiatan membatik menanamkan cinta budaya dan melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia.

SUMBER


Observasi / pengamatan langsung dengan pemilik industri batik
Cahyani. (2013). Modul Batik Tulis. DPK Tekstil.
https://www.motifbati.web.id/2019/01/filosofi-dan-sejarah-batik-motif-geblek.html?m=1

LAMPIRAN








 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

TRADISI RASULAN DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Tradisi “Kondangan Rayahan” Di Dusun Bapangan Rw 08, Karangtalun, Karangdowo Klaten, Jawa Tengah

Kebudayaan Daerah Kebumen Tradisi Janengan